Menyepi dari Hingar Bingar Tahun Baru di Litus Mesten

Ga pernah terbayangkan oleh saya mengakhiri tahun baru di Bali tanpa ‘alasan’ yang jelas. Kebiasaan di keluarga saya, biasanya setiap akhir tahun harus pulang kampung yang menjadi tradisi mudik buat kami sekeluarga. Bertemu orang tua, adik-adik, dan sanak famili lainnya dan merayakan pergantian tahun dengan beribadah bersama-sama.

Tapi tahun ini beda, saya tidak punya alasan yang pas untuk pulang kampung. Biasanya, saya tidak pulang kalau lagi kebagian jadwal ‘jaga kandang’ di kantor atau sedang menghadapi ujian di kampus. Kali ini, saya rada badung ketika menelepon bapak saya. Dengan sedikit takut mengatakan rencana saya tidak pulang merayakan tahun baru di kampung. Ternyata orang tua saya pun mengiyakan tanda setuju.

Gimana sih rasanya tahun baru di Bali?

Ternyata tahun baruan di Bali sama saja, ya, dengan di Jakarta hahaha. Dimana-mana orang merayakan dengan sukacita hampir disetiap sudut jalan.

Di Bali misalnya, banyak jalan ditutup untuk lalu lintas kendaraan terutama di lokasi-lokasi wisata seperti Legian atau Kuta. Orang-orang harus memarkirkan kendaraannya dan berjalan jauh menuju lokasi tersebut yang menjadi pusat perayaan pergantian tahun baru, layaknya jalan-jalan besar di Jakarta. Masyarakat Bali, turis lokal maupun mancanegera berbondong-bondong datang dari segala arah campur aduk disana merayakan pergantian tahun.

Litus Mesten Nusa Dua
Litus Mesten Nusa Dua

Menjelang pergantian tahun baru kemarin, saya dan teman saya, Richo, akhirnya memilih Hotel Litus Mesten yang berlokasi di Nusa Dua, Bali, sebagai tempat menginap kami.

Kami sengaja memilih hotel ini karena letaknya yang berada di Nusa Dua, Bali karena disini lokasinya cukup tenang. Rencananya kami ingin menyepi dari hingar-bingarnya tahun baru di Bali.

Hari sudah semakin sore, kami pun bergegas menuju Nusa Dua dengan mengendarai sepeda motor melintasi hotel-hotel mewah yang berjejer. Di Nusa Dua ini memang terkenal sebagai tempat hotel-hotel mewah berada seperti Mulia, St. Regis, dan lainnya. Setelah melewati hotel Grand Nikko, kami kemudian masuk ke jalan kecil menyusuri rumah-rumah penduduk.

Dikiri-kanan jalan belum banyak terdapat bangunan-bangunan komersil hinga kami tiba dibangunan berlantai 5 yaitu hotel Litus Mesten.

Tempatnya memang sepi, cocok banget buat kami yang ingin menghindari hingar-bingar perayaan tahun baruan di Bali. Tidak seperti hotel-hotel lain pada umumnya yang full booked dan mematok harga yang tinggi saat musim liburan akhir tahun tiba.

Kami tiba di hotel Litus Mesten ini saat menjelang matahari kembali ke peraduannya. Buru-buru kami langsung naik menuju rooftop bangunan hotel ini. Dari atas sana, kami bisa melihat pemandangan sejauh 360 derajat melihat gagahnya Gunung Agung dibelakangnya, kapal cruise dan pulau Nusa Lembongan, dan tentunya ke arah hamparan Samudera Indonesia dari ketinggian gedung hotel ini.

Rooftop Litus Mesten Nusa Dua
Gn. Agung di belakang, samudera di depan

Setelah selesai dari rooftop, kami kemudian turun kebawah menuju lobby, karena sejak awal masuk ke hotel Litus Mesten ini saya terpesona dengan interior di lobby yang dominan menggunakan karya seni khas Bali, seperti lukisan-lukisan, ukiran-ukiran khas Bali yang menghiasi pintu-pintu kamar, maupun patung-patung dewa yang dibuat detail dan sempurna dengan corak warna-warni.

Lobby Litus Mesten
Ukiran Ganesha menyambut di lobby Litus Mesten
Interior lobby Litus Mesten
Patung Garuda Wisnu Kencana di lobby
Litus Mesten Suite Room
Ukiran pintu di Suite Room

Kamar yang kami tempati sendiri luas banget untuk dua orang. Kesan luas semakin terlihat dengan jendela-jendela kaca besar yang terpasang dari lantai hingga langit-langit kamar. Kami sengaja memilih kamar ini, karena pemandangannya langsung menghadap laut.

Deluxe Room Litus Mesten Nusa Dua
Deluxe Room Litus Mesten Nusa Dua

Litus Mesten Nusa Dua Room

Bedroom Litus Mesten
Kamarnya cukup luas

Nah, selain santai-santai di hotel, kita juga bisa ke pantai Pandawa yang sudah cukup mainstream itu, eh terkenal deh. Karena lokasinya tak jauh dari Litus Mesten. Selain itu, buat yang demen surfing, beberapa spot pantai di sekitar Nusa Dua ini juga memiliki ombak yang cukup tinggi, salah satunya dekat pantai Geger. Banyak wisatawan mancanegara yang saya lihat berselancar di daerah ini. Tapi kalau ga bisa berenang, jangan dicoba-coba, ya, karena arusnya yang kuat. Karena itu pula kami enggan untuk turun basah-basah ke bawah tebing.

Pantai Pandawa Bali
Pantai Pandawa Bali
Pemandangan Pantai Pandawa Bali
Pemandangan Pantai Pandawa Bali

Pantai Pandawa

Hotel Litus Mesten yang berada dibawah majement Alpha Hotel Management ini terletak di Desa Sawangan, Nusa Dua, ini memiliki 3 jenis kamar yaitu Superior, Deluxe dan Suite dipatok dari harga Rp 450.000,- sudah termasuk sarapan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa kontak hotelnya langsung ya, gaes.

Litus Mesten Nusa Dua
Jl. Celagi Nunggul, Sawangan,
Nusa Dua, Bali, Indonesia
No. Telepon +62-361-3700696
cek promo diwebsitenya

About the author

Travel Blogger, and Entrepreneur.

Leave a Reply