Jalan Jalan ke Taiwan, Keliling Pulau dari Sisi Timur Selama 3 Minggu

Jalan-jalan ke Taiwan sudah menjadi bucket list saya sejak lama. Saya inget betul pertama kali melihat iklan banner “Taiwan, The Heart of Asia” waktu berada disalah satu stasiun MRT di Singapura. Kalau ga salah ingat di tahun 2012 atau 2013 lalu saat liburan ke Singapura. Saya makin suka waktu melihat cuplikan iklan tentang Taiwan. Lansekapnya yang didominasi pegunungan yang cantik bikin saya makin mantap memasukkannya menjadi salah satu destinasi impian saya.

 

3 minggu jalan-jalan ke Taiwan kemana saja?

Sehabis melewati babak drama saat mengurus visa Taiwan, akhirnya November 2017 kemarin kesampean juga bisa jalan-jalan ke Taiwan. Selama 3 minggu traveling di Taiwan, saya dan Velyz memulai trip dari Taipei, rencananya keliling dari sisi timur turun kearah selatan kemudian naik lagi kembali ke Taipei.

 

Taipei

Tak banyak yang kami lakukan di hari pertama saat tiba di Taipei. Penerbangan Airasia dari Kuala Lumpur selama kurang lebih 4 jam menuju Taipei ditambah antrian imigrasi yang cukup panjang bikin saya cukup lelah. Apalagi udara kota Taipei dimusim dingin ini bikin mager banget.

Selama di Taipei, kami tak ingin buru-buru langsung mengunjungi semua tempat. Dengan waktu 3 minggu (Velyz bahkan satu bulan) cukup banget buat kami untuk bisa traveling santai. Toh, dihari terakhir nanti saya sendiri menyisakan 3 malam (lagi) sebelum kembali ke Indonesia. Alhasil malam itu saya dan Velyz hanya mengunjungi Raohe Night Market yang lokasinya tak begitu jauh dari NK Hostel tempat kami menginap.

Raohe Night Market Taipei
Raohe Night Market

Tips:
NK Hostel, salah satu hostel rekomendasi buat kalian yang pengen jalan-jalan di Taipei. Tunggu postingan review saya tentang hostel ini, yak!

Cuaca cerah yang cukup mendukung di hari kedua kami manfaatkan untuk jalan-jalan keliling kota Taipei. Melihat kota Taipei dari dekat, seperti tata kota yang begitu rapih, sarana transportasi yang lengkap, dan melihat aktivitas masyarakat lokal.

Chiang Kai Shek Memorial Hall

Dari Lungshan Temple, sebuah kuil bersejarah umat Buddha dan Tao yang berdiri ditengah kota, Bopiliao Historical Block, hingga ke Chiang Kai Shek Memorial Hall.

Saya begitu terpukau dengan komplek peringatan Chiang Kai Shek ini. Dari desain, penataan hingga luasnya yang sangat besar untuk sebuah komplek peringatan. Hal yang paling seru yang bisa kamu saksikan saat mengunjungi memorial hall ini adalah saat upacara pergantian tentara penjaga.

Chiang Kai Shek Memorial Gate
Chiang Kai Shek Memorial Hall Gate
Changing Guard Ceremony
Upacara pergantian penjaga di Chiang Kai Shek Memorial Hall

Berikutnya adalah Taipei 101, gedung tertinggi di Taipei yang menjadi salah satu landmark kota Taipei. Tapi, bagi saya tak ada yang spesial di gedung ini. Fungsinya pun sama seperti Petronas di Kuala Lumpur yang menjadi pusat keuangan dan pusat perbelanjaan.

Jadi, dari sana kami berjalan cukup jauh (banget) ke arah Elephant Hill. Dari bukit ini kita bisa menyaksikan kota Taipei dari ketinggian dan tentunya landmark kota Taipei itu sendiri, Taipei 101. Meski tangga menuju ke bukit sudah sangat rapi, butuh ekstra tenaga juga buat blogger jompo seperti saya ini. Siapkan juga air minum yang cukup karena kamu ga bakal dengar mamang-mamang keliling sambil berseru “aqua..aqua..yang haus..yang haus..” menjual dagangannya.

Elephant Hill Taipei
Selain lihat kota Taipei, kita bisa lihat pemandangan lain disini, eh!

 

Jiufen

Serius deh, kalau kamu lagi liburan ke Taiwan, kamu harus menyambangi Jiufen. Jaraknya hanya 1 jam perjalanan mengendarai mobil. Karena cukup dekat, kamu tak perlu menginap di Jiufen. Tapi, saya dan Velyz menghabiskan dua malam disebuah rumah penduduk yang disudah berubah fungsi menjadi homestay tanpa mengubah bentuknya. Sounds cool, right?

Sepanjang 3 hari di Jiufen, hujan tak henti-hentinya turun. Intensitas hujan di Jiufen memang terbilang tinggi. Bahkan dalam setahun hujan bisa turun dalam 252 hari. Meski begitu, tak sedikit wisatawan khususnya yang berasal dari Jepang menyambangi tempat ini. Dulunya, saat penjajahan Jepang, Jiufen ini merupakan tambang emas yang sangat besar dan luas. Bahkan kita bisa menyusuri sisi-sisi disepanjang bukit yang menjadi bagian dari tambang. Apalagi ditengah gerimis dan udara dingin.

Jiufen Taipei
Pemandangan menjelang malam di Jiufen

 

Hualien

Highlight utama saya dalam trip ini adalah mengunjungi Hualien, di kota ini terdapat salah satu dari sekian banyak taman nasional yang tersebar hampir diseluruh Taiwan, yaitu Taroko Gorge National Park.

Karena di bulan November sudah memasuki musim dingin, cuaca di Taiwan lebih sering hujan. Hampir seminggu di Hualien. Dalam seminggu itu hanya ada satu hari cuaca cerah dengan langit biru. Kesempatan itu ga saya sia-siakan untuk keliling Taroko hingga ke ujung taman nasional.

Baca cerita lengkapnya: Muter-muter Taroko Gorge National Park

Jalan-jalan ke Taiwan - Taroko Gorge National Park
Taroko Gorge National Park Hualien

Jalan-jalan ke Taiwan Taroko Gorge Hualien

Gerbang Taman Nasional Taroko Gorge
Gerbang Taman Nasional Taroko Gorge Taiwan

Taipei, Jiufen, dan Hualien menjadi highlight saya dalam liburan ke Taiwan selama 3 minggu ini. Ada juga beberapa kota lain yang singgahi seperti Yilan, Taitung, hingga Kaohsiung. Karena satu dan lain hal, saya harus melewatkan untuk singgah di Sun Moon Lake untuk kembali langsung ke Taipei menggunakan Taiwan High Speed Rail. Yah, namanya juga liburan santai tak punya itinerary.

Mungkin banyak yang menyayangkan, tapi dengan begitu saya ada alasan untuk kembali, bukan. Yes, saya pengen balik lagi ke Taiwan diwaktu yang akan datang.

 

Tips menghemat jalan-jalan ke Taiwan menggunakan Klook

Selama liburan di Taiwan, selain menginap di hostel dan menggunakan transportasi umum yang memang sudah bagus banget disini, saya juga menggunakan Klook untuk menghemat liburan saya di Taiwan. Seperti apa itu Klook? Baca terus!

Website Klook

Jadi, apa itu Klook, bang?

Klook adalah sebuah situs yang hadir menyediakan berbagai pilihan aktivitas seperti tiket atraksi, tour, transportasi bahkan wifi hampir diseluruh dunia. Selain banyaknya pilihan, tentu harganya juga murah. Saya baru ketemu situs Klook ini beberapa hari sebelum keberangkatan ke Taiwan saat mencari tempat-tempat wisata yang bakal saya kunjungi.

Saya memutuskan untuk menggunakan Klook waktu ingin naik Taiwan High Speed Rail (THSR), yaitu kereta cepat Taiwan mirip shinkansen yang ada di Jepang. Cek harga tiket Taiwan High Speed Rail di Klook lebih murah dibanding membeli lewat website resmi. Perbedaannya lumayan banget buat menghemat budget liburan.

Apps Klook Review
Apps Klook

Selain website, Klook juga punya aplikasi yang bisa kamu download. Satu keunikan yang saya rasakan, kita akan mendapatkan diskon tambahan untuk atraksi yang lain.

BTW, buat kamu yang pengen liburan akhir tahun ke Taiwan, Singapore, Hongkong, Jepang, Thailand atau Korea, coba pakai Klook buat menghemat liburan kamu. Asiknya kamu bisa dapat potongan langsung 10% untuk semua atraksi tanpa minimum pembelian dengan menggunakan Klook Promo Code: YES10ID

Asik, bukan?

Jadi liburan akhir tahun ini kemana? Yuk, kasih komentar dibawah!

About the author

Travel Blogger, and Entrepreneur.
14 Responses
  1. Jalan-jalan santai yaah.. Padahal 3 minggu kalau dipadetin mungkin seluruh Taiwan terjelajahi semua 😀

    Taman Nasional Taroko menggoda bgt buat dikunjungin.

    -Traveler Paruh Waktu

  2. Sama, bang. Aku juga udah lama memimpikan Taiwan. Alasannya, Taiwan ini versi lebih murah (katanya) dari Jepang, hahaha. Nggak ke Tainan sama Taichung, bang?

    Noted banget soal Elephant Hill. Btw tahun ini gue nggak ke mana-mana. Promo Klook cuma sampai akhir tahun doang ya 🙁

    1. Jauh lebih murah dari Jepang, lah. Orangnya pun asik-asik dan baik-baik. Nanti soal elephant hill mau dibahas khusus sih. Ga jadi ke Tainan dan Taichung, tahun depanlah. Semoga jodoh sama tourism board nya hahaha.
      Selain promo akhir tahun, Klook hampir tiap saat sih ada promonya. Mungkin karena akhir tahun, makanya ditambah promo akhir tahunnya. Ntar klo promonya sudah selesai, nanti aku udpate lagi koq.

  3. Aku suka banget foto-fotonya. Kamu juara kelas lah. Satu hal yang perlu kamu asah terus menerus adalah kemampuan menulis. Tata bahasa itu penting banget. Terutama kalau di tulisan ini adalah penggunaan awalan dan kata depan. Lalu rapi, bukan rapih. Selebihnya aku cuma ngiri dengan keleluasaan waktu liburannya. Tiga minggu di satu negaraaa. Sendirian pula! *pingsan* :'(

    1. Hahaha thank you bangetlah bang. Tata bahasa memang penting bang tapi klo di blog aku nda mau terlalu terikat dengan tata bahasa cem bikin buku, skripsi atau mungkin tesis. Buatku yang ringan-ringan sajalah. Yah tetep belajar juga buat masukin ke majalah atau bikin buku hehe
      Eh, btw aku ga sendiri loh. Itu sama littlenomadid.com *Tetep harus pencitraan.

Leave a Reply

%d bloggers like this: