(Update) Traveling Ke India, Mengurus Visanya Gampang Banget

Rencana traveling ke India sudah ada sejak tahun lalu, tiket pesawat PP pun sudah ditangan hasil hunting tiket-tiket murah Air Asia. Langkah terakhir persiapan kesana berarti tinggal mengurus visa ke India saja.

Memasuki awal bulan Maret, sekitar 10 hari menjelang keberangkatan saya baru grasak-grusuk menyiapkan segala persyaratan dalam pembuatan visa India. Padahal bulan sebelumnya saya agak khawatir tidak jadi berangkat ke India karena adanya rencana acara keluarga besar persis ditanggal keberangkatan saya dan paspor yang hilang. Saya sendiri baru sadar kehilangan paspor awal bulan Februari saat akan berangkat ke Kuala Lumpur. Untungnya paspor baru sudah bisa terbit akhir Februari lalu.

Jumat pagi pukul 8:30, saya dan Kak Indri Juwono, sudah standby diluar gedung Kedutaan India yang terletak di Jl. H. Rasuna Said Kav. 1, Kuningan, Jakarta Selatan, persis diseberang Kedutaan Besar Belanda. Tiga hari sebelumnya kami sudah janjian mau mengurus Visa ke India di hari Jumat, karena menurut bang Moris, waktu itu kalau hari Jumat orang-orang kedutaan biasanya adem ayem ga rese haha. Well, jadilah kami memilih hari jumat itu untuk mengurus visa.

BTW, untuk mengurus visa ke India, Kedutaan Besar India buka dari jam 9 hingga pukul 12 saja.

Awalnya saya sempat parno sebelum mengurus visa India tersebut, karena bayangan petugas-petugas kedutaan yang rese, antrian yang panjang dan lama. Persyaratan dan form aplikasi visa pun baru selesai malam sebelumnya.

Tak lama setelah tiba dipintu gerbang kedutaan, kami harus melewati penjagaan ketat petugas disana. Setelah mengisi buku tamu, tas dan barang bawaan termasuk handphone pun harus dititip tidak boleh dibawa masuk. Hanya dokumen-dokumen persyaratan visa dan dompet saja yang boleh dibawa masuk. Kami dapat antrian nomor 5 dan 6 dan belum ada petugas yang berjaga diloket.




Sambil menunggu petugas, kami kembali melakukan cek dan ricek untuk semua kelengkapan dokumen. Kan repot kalau sudah tiba giliran dipanggil ternyata dokumen ada yang belum lengkap. Ternyata benar, setelah dicek dan mencocokkan persyaratan, dokumen-dokumen saya ada yang belum lengkap.

Dari semua dokumen, ada beberapa tiket kereta api yang tertera dalam itinerary belum saya print. Jadilah saya minta ijin ke petugas satpam dipintu gerbang untuk diijinkan keluar untuk fotocopy berkas-berkas tersebut.

Tips:
Jika ada kekurangan dokumen dan ingin fotocopy, sebaiknya langsung pesan gojek saja yang tau daerah perkantoran kuningan, biasanya disana ada fotocopy. Di Kedutaan Belanda yang berada diseberangnya sebenarnya bisa, namun harganya mahal Rp 5.000 ,- per lembar. Ngeheeek banget ini maahh…!

 

Persyaratan untuk membuat visa ke India

Lewat pengalaman saya kemarin, bikin visa India itu mudah, koq. Berikut beberapa persyaratan untuk melengkapi dokumen kamu.

  1. Paspor yang masih berlaku (minimal 6 bulan)
  2. Formulir Visa India
  3. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengisi dan mengunduh aplikasi visa online melalui link ini https://indianvisaonline.gov.in/

    New Application Visa India

    Klik bagian “Regular Visa Application”, setelah diisi akan keluar nomor “Temporary Application ID” kamu.

    Jika ingin mengisinya pelan-pelan (supaya tidak ada yang salah), kamu harus inget (tulis) ID sementara tersebut. Di tiap tahapnya kamu bisa “save and exit” terlebih dahulu, atau “continue” untuk lanjut ke tahap berikutnya hingga selesai.

    Setiap mau mengisi form secara bertahap, bisa menginputnya lewat link “Complete Partially Filled Form” yang ada disebelah “Regular Visa Application” dengan memasukkan ID sementara tadi.

    Nomor aplikasi yang fix akan keluar jika kita sudah menginput data-data dengan sempurna (termasuk foto).

    Formulir inilah yang harus kita sertakan dalam dokumen persyaratan Visa India tersebut.

    Berikut contoh yang sudah jadi:

    Form Online Permohonan Visa ke India
    Form online permohonan visa ke India

    Update: Panduan mengisi aplikasinya bisa cek disini

  4. Pasfoto 5cm x 5 cm
  5. Siapkan pula pasfoto berukuran 5cm x 5cm dengan latar belakang putih. Biasanya foto studio sudah tau ukuran pasfoto untuk keperluan visa. Bilang saja mau foto visa India, atau minta ukuran 5cm x 5cm. Pasfoto hanya dibutuhkan satu saja ditempel pada aplikasi visa online tersebut.

  6. Rekening Koran 3 bulan terakhir
  7. Untuk mendapatkan rekening koran 3 bulan terakhir ini sih gampang. Tinggal datang saja ke bank dan minta diprint. Biasanya ada biaya Rp 2.000,- per lembar yang langsung dipotong ke rekening kita.

  8. Melampirkan tiket pesawat pulang-pergi
  9. Bukti reservasi hotel
  10. Untuk mendapatkan bukti reservasi hotel, kami menggunakan Booking.com yang dapat dibatalkan jika penginapan masih belum fix.

  11. Itinerary
  12. Tak perlu bikin itinerary yang lengkap. Cukup membuat rencana perjalanan selama di India dan daerah yang dituju. Kalau teman-teman mau menggunakan itinerary perjalanan saya kemarin, bisa download file excelnya disini.

    Note. Bukti reservasi hotel dan itinerary nantinya dikembalikan lagi. (Langsung uring-uringan mengingat harus mencari tukang fotokopi)

Petugas diloket hanya melakukan cross-cek kelengkapan data, pengisian formulir aplikasi online dan wawancara singkat saja. Kemudian dilanjutkan untuk foto dan pengambilan sidik jari.

Setelah itu beres, kami bergeser ke loket disebelahnya untuk melakukan pembayaran visa. Harga visa India sebesar Rp 530.000,- dan Rp 22.000,- untuk biaya administrasinya. Sebaiknya menyiapkan uang cash saja, karena tidak bisa debit. Dalam beberapa menit pembayaran sudah selesai.

Update Nov 2017:
Harga visa ke India sudah naik menjadi Rp 1.320.000,- untuk info selengkapnya bisa cek disini.

Salah satu dari kami bisa datang kembali hari Selasa sore pukul 16.00,- untuk mengambil visa.

Cara Bikin Visa India
Visa ke India sudah jadi, tinggal menunggu keberangkatan.

Voila, selesai sudah. Tak kurang dari 1 jam proses membuat visa ke India pun selesai.

Gampang banget, bukan? Semoga berguna dan membantu ya.

Baca juga tempat wisata di India yang kami kunjungi selama dua minggu.

Happy traveling!



About the author

Pernah jadi karyawan 7to5 (plus lembur), saat ini fokus mengembangkan usahanya agar bisa traveling terus.

54 Responses
  1. Blog vico

    Makasih info nya bang,btw kalo untuk itenary gak ada gimana? soalnya kadang kita kan masih belum tau mau jalan kemana aja

        1. Intinya itu buat syarat ajuin visa kak (pengalaman kemarin sih dibalikin ya). Entah itu nanti mau beda 100% dari itinerary yang kita kasih ya ga masalah. Yang pentingkan buat pengajuan visa aja. Itinerary saya itu berubah koq, saya udpate setelah trip selesai buat dibagi2in. Sebelumnya bukan begitu.

  2. Ayu

    Kalau mau menikah dn langsung tinggal di india… tanpa pulang lagi ke indonesia
    Pakai visa apa ya…
    Dan seandainya kunjungan fiance… hrs pakai visa apa dn berapa bulan masa berlakunya.. makasih y

  3. yantis

    mas bantuin buat persyaratannya bisakah.. hehe saya cuma mau 3 hari saja disana. tujuan jaipur airport buat rencana perjalanannya gimana ya, hotel ekonomisny dll. trumakasih mas

  4. Elia Tjiawi

    Mas, mau nanya..

    Dokumen apa2 saja yang dibutuhkan dan juga pas wawancara ditanya apa2 saja ya?

    Bisakah saya dikirim juga itinerarynya Mas??

    Thank’s

    1. Hi Kak Elia, persyaratannya sudah saya tuliskan di blog. Wawancara tidak ada ditanya2 koq mba. Singkat saja, paling ditanya mau ngapain kesana. Ga ada acara wawancara khusus. Monggo kirimkan request ke alamat email saya ya mba. Thank you

  5. Charisse

    Bagus artikelnya.. Mau nanya dong. Kalau itinerarynya itu dibuat sebagai dokumen ya (di print) dan di liatin? atau cukup kita ngomong aja mau kemananya?
    mohon bantuannya. makasih. 🙂

  6. zaidan

    halo om mau tanya, di bagian akhir pas ngisi data wajib isi referensi india isi apa ya? saya ga ada referensi orang sana soalnya (Reference: The name, address and phone number must be provided for a reference in India).
    waktu agan itu ngisinya apa yah? apa isi penginapan aja ya

  7. Yenny Burnama

    hi..bole tanya ga? untuk apply visa India ada ketentuan jumlah saldo di rekening gak?
    thanks in advance…

  8. Windhy

    haii bobby, tq infonya
    btw qk aku gak bisa2 daftar yah, selalu minta 12 digit id padahal pas aku daftar idnya yang ada 15 angka. mohon bantuannya

    1. Mungkin Kak Windhy salah klik linknya, coba masuk ke “Complete Partially Filled Form” dulu pakai ID yang 15 angka itu (ID Sementara), ID dengan 12 digit itu jika kita sudah selesai mengisi form. Semoga membantu. Thanks

  9. Aku pengen banget ke India, tapi sebelumnya aku belum pernah pergi kesana, aku ingin bertemu seseorang disana, apa saja persyaratan nya jika ingin ke India ya, mohon info nya donk mbk/maa. Mksh

  10. Mohon bantuannya kak, aku mau ke India, pengen menetap fisika, dan menikah disana, bagaimana mana cara mengurus visa nya, soalnya belum pernah ke India sebelum nya, terus klo ke India klo gk tau bhsa Inggris gmna ya, bsa gk ya

    1. trus mau pake bahasa apa nanti berkomunikasi disana kak. Bahasa ya perlu juga. BTW klo pengen menikah disana, mksdnya pasangannya dari India bukan? Berarti dia bisa membantu

  11. meri herinastri

    Mas,sebelum bikin visa,buat paspor nya itu yang paspor 5 tahun itu kan mas,setelah siap.baru bisa bikin visa nya ya.
    Dan misal bikin visa nya itu,di bandara india itu bisa ngak mas.

  12. Ini bakal berguna banget sih infonya.
    mungkin suatau saat bisa jadi acuanku kalo ke India, walau entah kapan huhu.
    moga aja nanti pas aku bikin visa harganya ga tambah naik 🙁

  13. Cepet juga yah prosesnya…
    Noted!! Bawa uang cash sama fotokopian bukti reservasi.

    Pengen bgt ke India buat ngeliat bengal tiger di alam liar deh.. Nanti deh, blm dalam waktu dekat 😀

    -Traveler Paruh Waktu

Leave a Reply