(Update 2019) Kini Visa India untuk WNI GRATIS!!!

Ini adalah pengalaman saya saat membuat Visa India tahun 2016 yang lalu. Ada banyak perubahan sejak saat itu. Mulai dari perubahan harga, pembaca yang hampir kena tipu website travel agent, hingga Visa India gratis.

Yes, efektif per Jun 2018, Visa India untuk WNI sekarang GRATIS hingga 30 hari.

***

Table of Content

 

Pengalaman apply Visa India di Embassy

Rencana untuk backpacker ke India sudah ada sejak setahun sebelumnya dengan membeli tiket pesawat PP, hasil hunting tiket murah Air Asia. Nah, langkah terakhir persiapan kesana berarti tinggal mengurus Visa India saja.

Memasuki awal bulan Maret, sekitar 10 hari menjelang tanggal keberangkatan, saya baru grasak-grusuk menyiapkan segala persyaratan dalam pembuatan visa India. Padahal bulan sebelumnya saya agak khawatir tidak jadi berangkat ke India karena adanya rencana acara keluarga besar persis di tanggal keberangkatan saya dan paspor yang hilang. Saya sendiri baru sadar kehilangan paspor di awal bulan Februari saat akan berangkat ke Kuala Lumpur. Untungnya paspor baru saya sudah bisa terbit akhir Februari.

Jumat pagi sekitar pukul 8:30, saya dan Kak Indri Juwono, sudah standby diluar gedung Kedutaan India yang terletak di Jl. H. Rasuna Said Kav. 1, Kuningan, Jakarta Selatan, persis di seberang Kedutaan Besar Belanda. Tiga hari sebelumnya kami sudah janjian mau mengurus Visa ke India di hari Jumat, karena menurut bang Moris, waktu itu kalau hari Jumat orang-orang kedutaan biasanya adem ayem ga rese haha. Well, jadilah kami memilih hari jumat itu untuk mengurus visa.

BTW, untuk mengurus visa ke India, Kedutaan Besar India buka dari jam 9 hingga pukul 12 saja. Jadi mending pagi-pagi sudah sampai disini.

Awalnya saya sempat parno sebelum mengurus visa India ini, karena bayangan petugas-petugas kedutaan yang rese, antrian yang panjang dan lama. Persyaratan dan form aplikasi visa pun baru selesai malam sebelumnya.

Tak lama setelah tiba di pintu gerbang kedutaan, kami harus melewati penjagaan ketat petugas disana. Setelah mengisi buku tamu, tas dan barang bawaan termasuk handphone pun harus dititip tidak boleh dibawa masuk. Hanya dokumen-dokumen persyaratan visa dan dompet saja yang boleh dibawa masuk. Kami dapat antrian nomor 5 dan 6 dan belum ada petugas yang berjaga diloket.

Sambil menunggu petugas, kami kembali melakukan cek dan ricek untuk semua kelengkapan dokumen. Kan repot kalau sudah tiba giliran dipanggil ternyata dokumen ada yang belum lengkap. Ternyata benar, setelah dicek dan mencocokkan persyaratan, dokumen-dokumen saya ada yang belum lengkap.

Dari semua dokumen, ada beberapa tiket kereta api yang tertera dalam itinerary belum saya print. Jadilah saya minta ijin ke petugas satpam dipintu gerbang untuk diijinkan keluar untuk fotocopy berkas-berkas tersebut.

Tips:
Jika ada kekurangan dokumen dan ingin fotocopy, sebaiknya langsung pesan gojek saja yang tau daerah perkantoran kuningan, biasanya disana ada fotocopy. Di Kedutaan Belanda yang berada diseberangnya sebenarnya bisa, namun harganya mahal Rp 5.000 ,- per lembar. Ngeheeek banget ini maahh…!

 

Persyaratan untuk membuat visa ke India

Lewat pengalaman saya kemarin, bikin visa India itu mudah, koq. Berikut beberapa persyaratan untuk melengkapi dokumen kamu.

  1. Paspor yang masih berlaku (minimal 6 bulan)
  2. Formulir Visa India
    Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengisi dan mengunduh aplikasi visa online melalui link ini https://indianvisaonline.gov.in/

    Update April 2018:
    WARNING!
    Please jangan terkecoh dan salah masuk ke website-website agent seperti:

    www.e-touristvisaindia.com/index.php atau www.e-visaindia.com

    Mereka membuat desain yang mirip banget dengan website resmi pemerintah.
    Salah satu pembaca menelepon saya, dan setelah ngobrol via whatsapp, ternyata dia kena charge INR8950 atau sekitar 1.9juta rupiah. Untungnya belum sempat bayar. Harga normalnya cek di link bawah yang sudah saya sertakan.

    new-application-form-visa

    Klik bagian “Regular Visa Application”, setelah diisi akan keluar nomor “Temporary Application ID” kamu.

    Jika ingin mengisinya pelan-pelan (supaya tidak ada yang salah), kamu harus inget (tulis) ID sementara tersebut. Di tiap tahapnya kamu bisa “save and exit” terlebih dahulu, atau “continue” untuk lanjut ke tahap berikutnya hingga selesai.

    Setiap mau mengisi form secara bertahap, bisa menginputnya lewat link “Complete Partially Filled Form” yang ada disebelah “Regular Visa Application” dengan memasukkan ID sementara tadi.

    Nomor aplikasi yang fix akan keluar jika kita sudah menginput data-data dengan sempurna (termasuk foto). Formulir inilah yang harus kita sertakan dalam dokumen persyaratan Visa India tersebut.

    Berikut contoh yang sudah jadi:

    aplikasi-visa-online-india

     

  3. Pasfoto 5cm x 5 cm
    Siapkan pula pasfoto berukuran 5cm x 5cm dengan latar belakang putih. Biasanya foto studio sudah tau ukuran pasfoto untuk keperluan visa. Bilang saja mau foto visa India, atau minta ukuran 5cm x 5cm. Pasfoto hanya dibutuhkan satu saja ditempel pada aplikasi visa online tersebut.
  4. Rekening Koran 3 bulan terakhir
    Untuk mendapatkan rekening koran 3 bulan terakhir ini sih gampang. Tinggal datang saja ke bank dan minta diprint. Biasanya ada biaya Rp 2.000,- per lembar yang langsung dipotong ke rekening kita.
  5. Melampirkan tiket pesawat pulang-pergi
  6. Bukti reservasi hotel
    Untuk mendapatkan bukti reservasi hotel, kami menggunakan Booking.com yang dapat dibatalkan jika penginapan masih belum fix.
  7. Itinerary
    Tak perlu bikin itinerary yang lengkap. Cukup membuat rencana perjalanan selama di India dan daerah yang dituju. Kalau teman-teman mau menggunakan itinerary perjalanan saya kemarin, bisa download file excelnya disini.
    Note:
    Bukti reservasi hotel dan itinerary nantinya dikembalikan lagi. (Langsung uring-uringan mengingat harus mencari tukang fotokopi)

Petugas diloket hanya melakukan cross-check kelengkapan data, pengisian formulir aplikasi online dan wawancara singkat saja. Kemudian dilanjutkan untuk foto dan pengambilan sidik jari.

Setelah itu beres, kami bergeser ke loket disebelahnya untuk melakukan pembayaran visa. Harga visa India sebesar Rp 530.000,- dan Rp 22.000,- untuk biaya administrasinya. Sebaiknya menyiapkan uang cash saja, karena tidak bisa debit. Dalam beberapa menit pembayaran sudah selesai.

Update Nov 2017:
Harga visa ke India sudah naik menjadi Rp 1.320.000,- untuk info selengkapnya bisa cek disini.

Tips Hemat:
Sebaiknya mengajukan e-Visa India karena lebih hemat dengan harga USD50 (ditambah 2.5% charge kartu kredit).

Ada 25 International Aiport yang bisa jadi pintu masuk, antara lain: Ahmedabad, Amritsar, Bagdogra, Bengaluru, Calicut, Chennai, Chandigarh,Cochin, Coimbatore, Delhi, Gaya, Goa, Guwahati, Hyderabad, Jaipur, Kolkata, Lucknow, Mangalore, Mumbai, Nagpur, Pune, Tiruchirapalli, Trivandrum, dan Varanasi. Dan 3 seaport seperti Cochin, Goa, dan Mangalore.

Salah satu dari kami bisa datang kembali hari Selasa sore pukul 16.00,- untuk mengambil visa. Voila, selesai sudah. Tak kurang dari 1 jam, visa ke India pun selesai.

Cara Bikin Visa ke India
Visa ke India sudah jadi, tinggal menunggu keberangkatan.

***

BIG UPDATE—Visa India untuk WNI Gratis

Yes, ini update terbaru, kalau Visa India untuk WNI sekarang sudah GRATIS! Pemberlakuan berlaku efektif per Jun 2018. Kabar bagus, bukan?! Namun, kita tetap harus apply dulu via websitenya.

Saran saya, atur waktu untuk apply Visa India. Jangan mepet kayak adek saya, Satya Winnie. Saya sampai ikutan deg-deg-an, karena konfirmasi email baru didapat H-1 menjelang keberangkatannya. Dalam beberapa kasus yang saya ketahui, ada teman yang sehari sudah dapat konfirmasi email, sementara dalam kasus Satya, bisa sampai 5 hari.

Jadi lebih baik mengatur jeda waktu yang cukup sebelum tanggal keberangkatan.

Visa India untuk WNI Gratis

Gampang banget, bukan? Semoga berguna dan membantu ya. Nah, sebelum kamu berangkat bisa baca juga tempat wisata di India yang kami kunjungi selama dua minggu.

Happy traveling!

Travel Blogger, Web Developer, SEO Enthusiast.

Related Posts