Melihat Langsung Progress MRT Jakarta

Saat liburan ke Singapura, yang terbayang pertama kali adalah betapa beruntungnya orang-orang disini yang memiliki moda transportasi massal seperti MRT (Mass Rapid Tranportation). Apalagi melihat perkembangannya saat ini yang sudah menjangkau hampir ke seluruh bagian Singapura.

Baca juga: Peringatan Keras Tak Boleh Lagi Masuk Singapura.

MRT pun menjadi pilihan utama saat liburan ke Singapura. Dengan MRT, waktu tempuh perjalanan dari satu tempat ke tempat lain menjadi sangat singkat. Selain itu, fasilitas-fasilitas pendukungnya pun sangat memadai. Penunjuk arah, stasiun dan kereta yang bersih serta rute yang terus bertambah bikin MRT menjadi transportasi primadona.

Bayangan-bayangan itu pun kemudian menjadi angan-angan, doa dan harapan. Kapan ya dibikin di Indonesia, khususnya di Kota Jakarta yang semrawut ini dibangun sebuah transportasi massal seperti MRT.

Sebetulnya, Jakarta dan Singapura sudah mulai memikirkan transportasi pengangkut massal ini sejak tahun 1986, 31 tahun yang lalu. Udah lama banget, ya! Bedanya, Singapura langsung mengerjakannya dan langsung mendapatkan manfaatnya. Sementara kita baru mulai dengan wacana dan studi. Ganti Gubernur, studi lagi, wacana lagi.

Hingga tahun 2012 saat Jokowi jadi Gubernur Jakarta, wacana itu muncul lagi. Saya sendiri waktu itu agak pesimis saat wacana itu muncul karena bertepatan dengan Pilkada. Namun untungnya bukan sekedar wacana lagi, Jokowi mulai ngebut mengerjakan pembangunannya.

 

Mengapa Jakarta butuh MRT?

Menurut data dari Dinas Perhubungan Jakarta tahun 2004 ada beberapa alasan yang mengharuskan Kota Jakarta memperbaiki sistem transportasinya. Salah satunya yaitu dengan membangun MRT. Alasan-alasan tersebut saya rangkumkan dalam sebuah infografis.

Infografis MRT Jakarta

Dari infografis diatas kita bisa lihat bahwa kemacetan yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini menyebabkan Kota Jakarta rugi hingga 65 triliun dan tingginya tingkat stress plus uring-uringan. Habis waktu dijalan habis bahan bakar pula.

Kalau ingat-ingat jaman kerja kantoran dulu, saya harus berangkat pagi-pagi sekali sebelum jalanan ramai. Itupun memakan waktu 1,5 jam naik motor. Pulangnya? Jangan harap bisa lebih cepat. Bisa 2.5 jam dijalanan. Begitu terus senin-jumat.

Melihat jomplangnya tingkat pertumbuhan kendaraan bermotor yang tinggi dengan pertumbuhan jalan per tahun diperkirakan Jakarta akan macet total di tahun 2020. Itu 3 tahun lagi gaes. Seketika Jakarta sibuk berbenah.

Syukurlah mega proyek MRT ini sudah dimulai sejak 2014 lalu dan sekarang kita bisa melihat perkembangannya. Berdasarkan paparan data terakhir progress sudah mencapai 64% lebih.

Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, bukan.

Briefing MRT Jakarta
Rombongan kami sedang di briefing sebelum masuk melihat MRT Jakarta

 

Melihat Progress MRT Jakarta

Beruntung saya bersama teman-teman dari Travel Blogger Indonesia dikasih kesempatan untuk melihat secara langsung perkembangan konstruksi MRT Jakarta dibilangan Bundaran HI. Di hari yang telah ditentukan, pukul 9 pagi kami berkumpul di lobby Wisma Nusantara untuk kemudian diberi penjelasan dan pengarahan singkat di ruang kantor PT. MRT Jakarta di lantai 23. Sebelum berangkat menuju site pihak PT. MRT terlebih dahulu memberikan penjelasan singkat tentang progress saat ini.

Project Site yang akan kami masuki berada persis di depan gedung Wisma Nusantara. Sebelum turun kebawah, rombongan peserta diharuskan mengenakan perlengkapan pengaman seperti sepatu boot, helm proyek dan rompi khusus.

Setelah di briefing, kami baru boleh masuk menuruni tangga dengan hati-hati.

Pertama kami turun di kedalaman sekitar 12 meter. Dilantai ini nantinya akan menjadi Stasiun Bundaran HI. Menurut penjelasan Pak Ahmad Pratomo selaku Corporate Communication dan tim menjelaskan bahwa interior ditiap stasiun memiliki tema yang berbeda-beda. Stasiun Bundaran HI ini misalnya, tema yang diambil adalah International Style, Urban Life dan World Peace dengan warna dominan putih, perak, dan abu-abu.

MRT Jakarta Progress

Platform MRT Jakarta sendiri berada dilantai bawah, di kedalaman 18-20 meter. Mirip dengan MRT di Singapura, platform ini memiliki luas yang cukup lebar dengan jalur kereta dikedua sisinya. Diakhir tour, rombongan kami tiba di terowongan yang menjadi jalur kereta MRT nantinya. Menurut penjelasan pak Ahmad lagi, diperkirakan tanggal 26 Februari 2017 nanti terowongan ini akan tembus. Pekerjaan ngebor selesai dilakukan. Sementara jalur layang baru selesai sekitar 50%.

MRT Jakarta Site Project

Terowongan MRT di Jakarta
Progres Terowongan MRT Jakarta

***

Tak sabar rasanya menunggu bulan Maret 2019 saat MRT Jakarta ini resmi digunakan dan menjadi moda transportasi idola di Jakarta. Mari berharap semuanya berjalan lancar kemudian lanjut ke Fase II. Semoga kemacetan di Jakarta semakin dapat terurai, Jakarta semakin rapi dan indah serta mengurangi tingkat uring-uringan saya hahaha.

MRT Site Project
Ga bakal gitu juga sih nyetopnya, bang!

Terima kasih kepada Pak Ahmad Pratomo perwakilan dari PT. MRT Jakarta yang telah menerima kami dengan baik.