Museum BRI Purwokerto dan Sejarah Bank BRI di Indonesia




Sekarang ini, siapa yang tidak kenal dengan Bank BRI? Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah bank plat merah dan terbesar di Indonesia yang memiliki aset sekitar 583 triliunan rupiah (data diambil Aug 2013) dan terus berkembang hingga saat ini. Nah, dipostingan ini saya ingin sedikit bercerita tentang sejarah Bank BRI saat mengunjungi museum BRI Purwokerto.

Kenapa pula dipostingan kali ini saya membahas museum Bank BRI? Bukan bank B, atau bank M?

Bank BRI ini sudah dekat dengan saya sejak kecil sewaktu masih di Sibolga, Tapanuli-Tengah, karena memang orang tua saya adalah seorang pegawai di Bank BRI. Masih terekam diingatan saya, ketika masih di SD hampir setiap tahun kami mengikuti perayaan hari jadi bank ini. Ibarat tujuhbelasan, selalu ada acara lomba yang bisa diikuti oleh anak-anak, ibu-ibu maupun kaum bapak yang menjadi pegawai di cabang itu.

Masih jelas juga ingatan saya, betapa masih malu-malunya ketika itu (sekarang juga sih, kalau ga malu-malu ya malu-maluin), saya tidak mau membacakan puisi tentang pendiri bank BRI ‘Raden Aria Wirjaatmadja’ saat perayaan ultah BRI waktu itu. Alhasil, abang saya yang membacakan puisi tersebut pun mendapat reward, tabungan sebesar 50 ribu. Waktu jaman SD itu kan jumlah yang sangat besar,  lha wong jajan aja Rp 100 per hari.

Alasan kedua saya, karena sejarah Bank BRI yang sangat panjang dan merupakan cikal bakal berdirinya bank-bank umum di Indonesia. Didirikan pada tanggal 16 Desember 1895 oleh Raden Aria Wirjaatmadja, di kota kecil yang sejuk nan asri, Purwokerto, Jawa Tengah. Kebetulan Desember 2013 lalu, persis dua hari setelah ulang tahun bank BRI, saya traveling ke Purwokerto dan menyempatkan mendatangi Museum Bank BRI ini.

Museum Bank BRI yang berlokasi di Jl. Sudirman No. 57, Purwokerto, tidak tampak seperti bangunan museum pada umumnya. Bentuk bangunannya menyerupai bangunan rumah biasa dan tidak terlalu luas. Begitu juga dengan barang-barang dipamerkan tidak terlalu banyak. Kita bisa lihat koin-koin uang dari jaman Majapahit, uang-uang kertas Cina, Jepang, jaman VOC Belanda, masa kemerdekaan RI, peninggalan mesin-mesin perbankan masa kini serta peninggalan barang-barang milik Raden Aria Wirjaatmadja. Untuk masuk ke museum, pengunjung tidak dikenakan biaya apapun alias gratis. Cukup isi buku tamu yang ada dipintu masuk dan ada fasilitas tour guidenya juga




 

Awal Mula Sejarah Bank BRI

Raden Aria Wirjaatmadja di Museum BRI Purwokerto
Raden Aria Wirjaatmadja, pendiri Bank BRI

Menurut cerita, di tahun 1894,  seorang Patih Banyumas yang namanya sudah familiar sejak saya kecil lewat majalah Warta BRI, Raden Aria Wirjaatmadja, menghadiri undangan pesta khitanan dari seorang Guru. Di tengah suasana pesta, beliau berpikir mengapa seorang Guru bisa mengadakan pesta yang begitu besar dan mewah. Waktu itu pesta mewah ditandai dengan hadirnya para pembesar, hidangan yang melimpah serta adanya kesenian Tayuban yang menjadi lambang kemewahan sebuah pesta masyarakat Banyumas.

Ternyata, dari dulu masyarakat kita sudah mengenal kata gengsi, ya!

Lanjut ke cerita, menurut beliau, gaji Guru saat itu sangatlah tidak mungkin cukup untuk membiayai pesta tersebut. Kemudian, ditengah suasana pesta tayuban, beliau menanyakan sumber biaya pesta tersebut, ternyata sumber dana yang digunakan berasal dari rentenir dengan bunga yang sangat tinggi, bahkan beban pelunasan utang tersebut diluar kemampuan guru itu.

Melihat itu, Raden Aria pun tergerak hatinya untuk memberi bantuan dengan memberikan pinjaman dengan bunga rendah untuk melunasi hutang Guru tersebut. Namun, belakangan diketahui ternyata banyak priyayi pribumi memiliki masalah yang sama dengan Guru tersebut. Untuk membantu, Raden Aria kemudian mengelola uang kas mesjid menjadi dana bantuan pinjaman dengan bunga rendah. Keadaan tersebut kemudian diketahui oleh atasan Asisten Residen (E. Sieburgh) sehingga melarang penggunaan kas masjid selain untuk keperluan mesjid.

Atas peristiwa itulah kemudian terbit surat resmi untuk mendirikan sebuah Bank Perkreditan Rakyat pertama bagi pribumi. Pada tanggal 16 Desember 1895 Hulp en Spaarbank der Inlandsce Bestuurs Ambtenaren (Bank bantuan dan Simpanan Milik pegawai Pangreh Praja Berkebangsaan Pribumi) beroperasi pertama kali.

 

Koleksi Museum BRI Purwokerto

Museum BRI Purwokerto Jawa Tengah

Aktivitas tur di Museum BRI Purwokerto
Tur gratis di Museum BRI Purwokerto
Koleksi Mata Uang Jaman Belanda di Museum BRI Purworkerto
Ada banyak koleksi mata uang jaman Belanda yang bisa kita lihat disini.

Di dalam Museum BRI ini kita bisa menjumpai koleksi-koleksi mata uang yang dulunya berlaku di Indonesia. Bentuknya lucu-lucu berbagai bentuk, baik uang kertas maupun uang logam. Selain itu pula, kita bisa melihat peninggalan alat-alat keuangan yang dulunya pernah dipakai, seperti mesin tik dibawah ini, kalkulator jaman dulu, dan lain sebagainya.

Mesin Pembukuan BRI tahun 1974
Baru tau ini namanya mesin pembukuan di tahun 1974

Pada masa pra-kemerdekaan sebenarnya banyak juga bank-bank yang bermunculan di daerah seperti N.V. De Batakscche Bank di tahun 1937 atau Vereeniging Minangkabau di tahun 1917, tetapi tidak berkembang. Hanya Bank Priyayi inilah yang terus berkembang hingga menjadi Bank Rakyat Indonesia saat ini. Di masa kemerdekaan, BRI menjadi bank pertama milik pemerintah berdasarkan PP No. 1 tahun 1946. Sebuah sejarah perbankan bangsa Indonesia yang layak kita ketahui.

Bentuk bangunan Museum BRI ini memang tak sebagus museum-museum pada umumnya dan ga instagram-able banget. Namun, jika melihat nilai sejarahnya, patutlah kita menjaga kelestariannya.

***

Museum BRI Purwokerto

Jadwal Kunjungan:
Senin s/d Kamis: 09:00-14:00
Minggu: 09:00-12:00
Harga karcis masuk: Gratis



About the author

Travel Blogger, and Entrepreneur.

14 Responses
  1. Halim

    Komplit penjabaranmu, Bob… Ada rencana ke Purwokerto dalam waktu deket dan museum ini sepertinya jadi tujuan paling wajib dikunjungi hehehe

  2. Errysa

    terimakasih untuk yang posting, (Saudara Bobby Ertanto)..
    Semoga kita semua termasuk generasi yang turut Bangga dan senantiasa menjaga sejarah yang ada.
    Salam ..
    Errysa (Petugas Museum BRI)

    1. uswatun hasanah

      Dear mbk errysa..saya saat ini sdg mngdakan penelitian untk tesis saya yg objek penelitiannya di BRI..mbk saya msh kurang bahan..ada ga mbk di museum BRI purwokerto ini menyimpan data tentang bagaimana sistem kerja BRI jaman dahulu dalam menyampaikan Surat edaran ke setiap unit kerja..klw skrgkan bs lwt email..mhn bantuanya mbk..trmksh

  3. kretartoanggoro

    Saya bangga dg adanya BRI bisa memajukan masyarakat banyak dari yg masyaraakat kecil menengah dan masyarakat atas. Saya merasa sayang sekali kurang lebih25th mengabdi. Dari pegawai klining maintenanc terus supir kusus Pinca sampai 15 pinca kurang lebih dan juga pahit getir dimarahin pulang tak tentu, bahkan sampai berantem sama istri dirumah datang malam pagi2 buta berangkat lagi rasanya betul2 kaya budak. Sayang apa BRI nya apa Orang nya tak peduli rasanya. Melepas orang masih tak ada harganya ,kalah dengan PT yg lain. Lucunya malam dipanggil pas hari jumat. Dikasih tahu bahwa masa kerja anda habis mulai senen besok. Demikian……( SUBHANALLOH….kok begitu …rasanya tak ada harganya lagi! Dari gajiandulu terbayar 15rb awal kerja th1998 )

Leave a Reply