Susah Payah Menemukan Bekantan di Pulau Kaget

Masih lanjutan kisah perjalanan saya dan teman-teman yang tergabung dalam tim Terios 7 Wonders Daihatsu Indonesia edisi “Borneo Wild Adventure”. Ga bosen kan, dengan cerita-cerita perjalanan kami selama ekspedisi 10 hari menjelajah Kalimantan?

Pagi itu masih di Banjarmasin, seperti biasa seperti hari-hari sebelumnya, setelah menyantap sarapan pagi dan melakukan briefing singkat, tim Terios 7 Wonders kemudian melanjutkan perjalanan menuju ‘Wonders’ berikutnya, yaitu melihat monyet Bekantan. Yeay!!

Sudah pada tahu kan, Bekantan atau nama kerennya Nasalis Larvatus ini merupakan salah satu hewan endemik atau hewan khas Kalimantan. Bekantan salah satu jenis monyet yang memiliki hidung khas yang panjang. Kalo orang Jakarta yang pernah main ke dufan pasti tahu dengan hewan ini karena dijadikan sebagai logo dan maskot taman bermain terbesar itu. Primata ini biasanya hidup dan berkeliaran tak jauh dari sungai-sungai, hutan bakau pesisir, dan rawa-rawa pulau.

Masyarakata Sungai Barito
Rumah-rumah masyarakat sungai Barito
Kehidupan Masyarakat lokal Sungai Barito
Kehidupan masyarakat lokal Sungai Barito

Pagi itu, kami berkendara kurang lebih sekitar satu jam perjalanan menuju desa Aluh-Aluh, desa yang berada dipinggiran sungai Barito untuk kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan perahu motor (klotok) yang kami sewa selama kurang lebih 20 menit menuju Pulau Kaget.

Nah, di Pulau Kaget inilah kita bisa menjumpai hewan Bekantan yang hidup liar (arboreal).




Pulau Kaget Habitat Bekantan
Menyusuri Pulau Kaget habitat monyet Bekantan

Begitu tiba di Pulau Kaget, perahu motor yang membawa kami pun berhenti dan perlahan-lahan mendekat ke pinggir pulau meski tak bisa benar-benar merapat. Masih diatas perahu motor, kami semua pun kompak menengok ke sebelah kanan dari arah datangnya perahu dan berusaha untuk melihat keberadaan monyet Bekantan tersebut. Dari kejauhan terlihat seekor bekantan yang sedang duduk manis diatas pohon. Selain monyet Bekantan, disekitarnya terdapat pula monyet-monyet (biasa) yang berkeliaran.

Monyet Bekantan di Pulau Kaget Kalimantan
Monyet Bekantan yang lucu.
Photo by @wiranurmansyah

Monyet Bekantan Pulau Kaget

Pulau Kaget Kalimantan

Karena begitu penasaran untuk melihat lebih dekat lagi, beberapa rekan blogger termasuk saya kemudian berusaha untuk menginjakkan kaki ke pulau Kaget ini meski harus bersusah payah dulu melewati lumpur rawa.

Kalau jalan bergelombang, kami sudah biasa dan tak khawatir lagi karena mengendarai mobil New Daihatsu Terios yang tangguh. Lah, ini lumpur rawa. Begitu turun dari atas kapal perahu kaki langsung menancap cukup dalam hingga diatas lutut membuat langkah menjadi sulit.

Berjalan selangkah demi selangkah. Kami harus pintar-pintar mencari tanah yang sudah agak mengeras atau akar-akar tanaman yang sudah mati sebagai pijakan agar tidak terlalu terjerembab. Kami harus cepat-cepat sampai di daratan karena hari sudah mulai siang, monyet-monyet Bekantan mulai masuk lebih jauh ke dalam pulau. Dan benar saja, begitu kami tiba, monyet Bekantannya sudah lari masuk ke dalam.

Mencari Bekantan di Pulau Kaget
Lumpurnya dalam banget geng

 

Meski tak melihat adanya segerombolan monyet Bekantan, saya sendiri cukup puas sudah bisa melihat secara langsung primata endemik yang menjadi khas Kalimantan ini. Keberadaan Bekantan saat ini telah dilindungi dari perburuan ataupun penangkapan karena Bekantan termasuk spesies yang terancam punah. Pulang menuju Desa Aluh-Aluh menggunakan perahu motor ternyata memakan waktu lebih lama karena harus memutar agak jauh dan harus melawan arus sungai Barito.

Baca juga cerita perjalanan saya lainnya bersama Terios 7 Wonders:

  1. Jelajah Borneo Bersama Daihatsu Terios Dimulai
  2. Trekking di Hutan Taman Nasional Sebangau, Kalimantan
  3. Julia dan Julian, Orang Utan Penghuni Taman Nasional Sebangau
  4. Mencicipi Lontong Orari Kuliner Malam Khas Banjarmasin
  5. Susah Payah Menemukan Bekantan di Pulau Kaget
  6. Pesona Anggrek Hutan Bumi Kalimantan
  7. Ke Danau Panggang Melihat Kerbau Rawa
  8. Puas Menyantap Paliat Kuliner Khas Tabalong
  9. Penangkaran Buaya Pemakan Orang di Teritip Balikpapan
  10. Terios 7 Wonders Berbagi Lewat CSR di Samarinda
  11. Mengunjungi Kampung Dayak Kenyah di Desa Budaya Pampang
  12. Si Raksasa Pohon Ulin di Taman Nasional Kutai
  13. Kepulauan Maratua Tujuan Akhir Terios 7 Wonders
  14. Akhir Perjalanan Terios 7 Wonders Borneo Wild Adventure



About the author

Travel Blogger, and Entrepreneur.

6 Responses

Leave a Reply