Pengalaman Seru Liburan ke Bangkok, Nyobain Chao Phraya Cruise Dinner

Tak banyak yang bisa saya ceritakan tentang pengalaman traveling saya ke Thailand di Travel Blog ini. Padahal dulu (rentang waktu 2012-2015) saya mengunjungi negeri Gajah Putih ini setiap tahunnya. Dari utara di Chiang Mai, Chiang Rai, Bangkok, hingga turun ke selatan Thailand di Krabi.

Kebiasaan menunda untuk menulis langsung memang selalu menghantui sehabis kembali dari trip, apalagi diperparah karena foto-foto rusak (corrupted).

“Abang janji pelan-pelan menulis ulang kenangan-kenangan itu buat adek-adek sekalian!”

Nah, gaes, saya percaya banget sama kata-kata ini, “selalu ada alasan untuk kembali”, yang akhirnya mantap memutuskan harus balik lagi buat liburan ke Bangkok. Mengunjungi beberapa tempat wisata di Bangkok yang turistik alias mainstream banget.

Baca: Itinerary Bangkok – Krabi 6 hari 5 malam

Tak apalah, bedanya kali ini dengan backpacker tahun-tahun sebelumnya, saya ingin mengumpulkan foto-foto yang lebih baik. Toh, masih pengen balik lagi menjelajah Thailand bagian lainnya. Namanya juga petani konten, bukan, hahaha..

 

Uring-uringan 900 Baht

Pagi itu, di Krabi International Airport (KBV), saat akan terbang menuju Bangkok dari Krabi, saya sempat dibuat uring-uringan.

Waduh, apa pula yang bikin abang ini uring-uringan, dan masih pagi pula?

Selama liburan ke Thailand selama 6 hari kemarin saya hanya membawa tas backpack dan satu tas kamera kecil model selempang saja. Niat awal ingin menghemat budget tanpa membeli bagasi, justru membayar mahal hampir seharga tiket Krabi—Bangkok.

Ada sebuah maskapai lokal, sebut saja NOK Air, yang bikin pagi saya waktu itu jadi uring-uringan. Padahal pundak saya sudah luwes banget berakting bahwa tas backpack saya itu ringan walau timbangan backpack saya kala itu hampir 9 kg.

“Bang, ditimbang dulu tasnya!”, ujar mbak-mbak muda berparas cantik khas Thailand.

“Sorry, tas ini ga bisa masuk ke kabin karena melebihi kapasitas 7kg. Abang harus mengeluarkan salah satu barang”, katanya lagi.

Saya pun mengeluarkan laptop yang ternyata sudah cukup mengurangi berat tas backpack hingga pas dengan kapasitas kabin pesawat. Buset ya, laptop apa yang hampir 2 kg beratnya hahaha!

Nah, disinilah titik uring-uringan saya membuncah. Dari obrolan dengan si Mbak, entah saya tidak paham omongannya, saya tidak bisa membawa backpack saya tersebut dan mau ga mau harus saya harus membeli bagasi lagi seharga 900 Baht. Ya sudah, dengan berat hati dibeli juga bagasi itu.

Ternyata, setelah memasuki ruangan boarding bahkan saat masuk ke pesawat, saya banyak banget melihat penumpang yang menenteng satu koper kabin, dan 2 TENTENGAN TAS GENDUT.

Huft! Duit mamak belanja di Chatuchak Market melayang sudah.

***

 

Pengalaman seru Chao Phraya Cruise Dinner

Uring-uringan pagi itu saya coba lepaskan dengan tidur siang saat tiba di sebuah apartemen yang kami sewa selama di Bangkok. Liburan kok sempat-sempatnya tidur siang, ya hahaha…! Tapi masa bodohlah, saya sendiri ga mau uring-uringan ini berkepanjangan.

Sekitar pukul 5 sore, saya dan Rita sudah rapi dan siap-siap berangkat menuju salah satu spot wisata terkenal di Bangkok, yaitu Sungai Chao Phraya. Setiba di Bangkok, kami memang niat untuk mencoba makan malam diatas cruise menyusuri Sungai Chao Phraya.

Chaophraya Cruise Dinner ini sudah kami masukkan sebelumnya dalam rencana itinerary liburan ke Bangkok. Apalagi, kami sudah membeli tiketnya lewat aplikasi Traveloka Xperience saat di Jakarta, persisnya saat masih di atas kereta api menuju bandara.

Tinggal klik menu ‘Xperience’ cari kata kunci ‘Bangkok Cruise Dinner’ atau ‘Chao Phraya Cruise Dinner’.

“Sat—set—sat—set…”

“Okay, sudah booked ya!” kata Rita tak lama setelahnya.

Buseeet… cepet banget, bambaaaang!

Chaophraya Dinner Cruise via Traveloka Xperience
Beli Chaophraya Dinner Cruise via Traveloka Xperience (klik gambar)

 

Untuk menukarkan e-ticket yang kami dapat hasil booking dari Traveloka, kami harus datang ke loket agen yang berada di River City Bangkok, sebuah mall yang berada persis di Sungai Chao Phraya, sekaligus tempat nanti kita naik cruise.

Ga perlu print e-ticket, cukup tunjukin lewat handphone saja. Tiket kita ternyata sudah tersedia.

***

Sunset di Sungai Chaophraya Bangkok
Semburat sunset di Sungai Chaophraya Bangkok

Siapa yang tak kenal dengan Sungai Chao Phraya ini, beberapa lokasi wisata Thailand yang kerap dikunjungi para wisatawan berada di sepanjang sungai ini, sebut saja Wat Arun, patung Buddha tidur Wat Pho, atau Grand Palace. Sayangnya, kunjungan saya sebelumnya ke sini tidak sempat benar-benar menikmati suasana sore hari menjelang sunset di pinggiran sungai ini.

Sambil menunggu jam keberangkatan cruise, kami sempat berjalan menyusuri sungai tak jauh dari area sekitar mall River City. Sepanjang perjalanan, kami disuguhkan pemandangan kapal-kapal turis, transportasi publik yang lalu lalang silih berganti, gedung-gedung pencakar langit, bahkan saya sempat melihat semburat matahari tenggelam walau hanya sebentar karena tertutup awan. Ternyata sungai Chao Phraya ini bisa menghadirkan suasana berbeda. Saya sendiri betah berlama-lama disini.

Sekitar pukul 18:30, para penumpang diperbolehkan naik ke cruise. Berdua bareng Rita, kami terlihat norak sampai-sampai mengantri paling depan tak sabar untuk segera naik.

“L13”, saya menunjukkan tiket yang sudah dipegang sebelumnya, dan diantarkan menuju meja di lantai atas.

Cruise berukuran jumbo ini memang didesain sedemikian rupa agar para penumpangnya tak dengki-iri-hati satu sama lain. Semua meja berada di sisi pinggir kapal sehingga semua kebagian melihat keindahan Sungai Chao Phraya di kedua sisi secara bergantian. Sementara di bagian tengah merupakan tangga pintu masuk ke upper deck dan untuk makanan.

Suasana di atas Chaophraya Cruise Dinner
Suasana di atas Chaophraya Cruise Dinner
Makanan saat Chao Phraya Dinner Cruise
Chao Phraya Dinner Cruise ala prasmanan

Chao Phraya Cruise Dinner ini ternyata mengambil konsep prasmanan. Pilihan makanan yang tersedia pun cukup banyak walau menurut saya tak ada yang spesial dari menunya. Jujur saja, saya tak terlalu fokus pada makanannya, namun lebih ke suasana malam itu, menyusuri Sungai Chao Phraya malam hari.

Lapar, tinggal ambil makanan lagi hahaha…

Selama cruising sambil menikmati santapan makan malam dan keindahan Kota Bangkok dari Sungai Chao Phraya, para penumpang juga dihibur dengan entertainment yang menyanyikan lagu-lagu lawas dunia.

BTW ya, Chao Phraya Cruise Dinner ini akan berjalan perlahan menyusuri sungai hingga ke Asiatique dan berbelok menuju arah sebaliknya. Kemudian, perjalanan akan dibawa melewati River City beberapa lama, dan kembali lagi ke port awal. Kalau dihitung-hitung durasinya sekitar 2 – 2,5 jam.

Pemandangan di atas Chao Phraya Cruise Dinner malam hari
Pemandangan di atas Chao Phraya Cruise Dinner malam hari
Bangkok Cruise Dinner Traveloka Xperience
Pemandangan Wat Arun dari atas Cruise
Wat Arun saat malam hari
Wat Arun saat malam hari
Sungai Chaophraya Bangkok saat malam hari
Sungai Chaophraya saat malam hari
Asiatique Bangkok di kejauhan

Sungguh, 2,5 jam yang terasa singkat banget.

Jadi, masih mau uring-uringan seharian, bang?

Ya, jelas enggak dong. Hari itu ditutup dengan pengalaman seru nan katrok nyobain Chao Phraya Cruise Dinner.

Kamu ada yang sudah pernah coba juga? Coba kasih share pengalamanmu juga di kolom komentar ya, siapa tau kita sama katroknya hahaha…

Dapatkan tiket Chaophraya Cruise Dinner di sini

Bangkok Cruise Dinner Chaophraya River
Ga mau nyobain cruise dinner di Sungai Chaophraya ini?

***

Cara Menuju ke Chao Phraya menggunakan transportasi umum

  • Naik BTS hingga tujuan akhir Saphan Taksin
  • Tinggal naik tuk-tuk menuju River City Mall.
    Kemarin saya tawar 150B langsung mau, saya curiga dikadalin karena jaraknya dekat banget. Sementara pulangnya naik Grab hanya 160B dari mall langsung depan apartment. Ga cuan, bos!
About the author

Travel Blogger, and Entrepreneur.

Related Posts

4 Responses
  1. aku diminta temen utk bikinin itin ke bangkok juli:D. kayaknya aku masukin aja dinner ini deh :D. aku sndiri blum nyobain yg dinner cruise, krn denger2 rasa biasa tp pemandangannya aja yg menarik kan yaaa. lah mnding aku ke asiatique yg makanannya kbh banyak pilihan. wkt itu mikirnya gitu :D.

    1. Kamu kan penikmat kuliner kak Fan. hahaha… aku ga terlalu.. taunya kenyang aja wis.
      Bener, lebih ke pengalaman pemandangan aja sih menurutku. *kemudian masuk angin malam hahaha

Leave a Reply