Pengalaman Tinggal di Abia Villa Legian yang Tenang

Saya cukup sering traveling ke bali dan semuanya untuk liburan, mengeksplor beberapa destinasi melihat keindahan pulau Dewata. Tak jarang pagi-pagi sehabis sarapan saya sudah berangkat menggunakan motor yang saya sewa. Pergi pagi kemudian kembali ke penginapan dimalam hari. Dari Bali bagian selatan hingga ke utara atau menunggu sunset di Tanah Lot. Hotel yang saya tempati pun jadi hanya sekadar tempat untuk mandi dan istirahat saja. Bahkan karena lebih sering diluar, saya lebih memilih akomodasi berupa hostel yang murah meriah.

Namun, perjalanan saya ke Bali di bulan Desember yang lalu agak berbeda dari biasanya. Karena waktu saya di Bali cukup panjang, kali ini saya pengen bersantai-santai di hotel maupun villa yang tenang. Menikmati setiap fasilitas-fasilitas yang ditawarkan. Kan, sayang banget, ya, tinggal di hotel namun tak sempat menikmati fasilitas-fasilitasnya karena sebagian besar waktu diluar. Apalagi harga yang kita bayar sudah termasuk fasilitasnya, yes?

Nah, selama bulan Desember kemarin, ada beberapa villa di Bali yang menarik yang saya pilih untuk staycation di Bali yang akan saya tulis dalam postingan berbeda. Salah satunya adalah Abia Villa Legian.

 

Abia Villa Legian

Adalah suatu pengalaman yang menyenangkan bisa tinggal dua malam di Abia Villa yang berlokasi di Jalan Raya Legian II Gg. XX, Kuta Bali, dari Jalan Raya Legian lurus saja melewati persimpangan jalan Melasti dan jalan Padma kearah Seminyak. Lokasinya tak jauh dari jalan Padma tersebut (lihat google maps dibawah ya). Meski berada dilokasi paling hits sebali, keramaian lalu lalang turis tak terasa hingga ke dalam villa. Justru suasana tenang dan nyaman yang saya rasa selama tinggal disana.

Abia Villa Legian tampak depan
Abia Villa Legian

Begitu tiba di Abia Villa Legian, kami disambut staf yang begitu ramah yang langsung menyebut nama kami, meski awalnya sempat salah menyebut nama saya menjadi Robby. Dikira yang menginap Robby Purba kali ya. Gantian staf yang lain memberi saya handuk dingin. Mungkin karena saya katrok kali, ya, sampai menanyakan kegunaan handuk dingin tersebut. Untung ga jadi saya makan karena bentuknya mirip risoles jumbo gulung berwarna putih. Kemudian, staf yang lain langsung sigap membawa ransel saya kedalam kamar.

Abia Villa Legian
Halaman Abia Villa Legian yang jadi penghubung ke villa

Diantara bangunan depan yang menjadi resepsionis sekaligus restoran Kassava dengan bangunan villa dipisahkan oleh ‘ruang’ berumput hijau yang cukup luas. Dari 15 villa yang tersedia kami menempati tipe One Bedroom Villas. “Di Abia Villa Legian sendiri hanya ada dua jenis villa, yaitu One Bedroom dan Two Bedroom Villas”, kata mba Shandy, yang bertugas waktu itu dan menjelaskan secara detail fasilitas yang ada di Abia Villa.

Mewah dan ekslusif, adalah kata yang keluar begitu kami masuk kedalam villa. Meski begitu nuansa desain bali masih terasa didalam kamar dengan adanya ornamen-ornamen kayu menghiasi kamar. Pilihan tempat tidur berukuran king size pun semakin menambah kenyamanan apalagi tak pelit dengan menyediakan bantal-bantal berukuran besar. Buat saya ini penting. Tak jarang saya temui hotel-hotel berbintang yang pelit memberi bantal apalagi sampai bantal tersebut tepos. Rasanya seperti tidur dikosan saja hehe. Sementara itu, tepat didepan tempat tidur terdapat sliding door kaca yang langsung menghadap private pool yang cukup luas.

One Bedrrom Abia Villa Legian
Begini kamar One Bedroom Abia Villa Legian
Abia Villa Legian Bedroom
Akses langsung ke private pool
Private pool Abia Villa Legian
Private Pool

Abia Villa Legian Private Pool

Salah satu keunikan dari Abia Villa Legian ini adalah kamar mandinya yang semi terbuka. Shower untuk mandi ditempatkan diluar dan bathub juga dibuat semi terbuka sehingga menghadap private pool. Kamar mandi seukuran kamar kos saya ini cukup luas dengan dominasi warna putih sehingga menambah ruang untuk bermanja-manja lama dikamar mandi. Kapan lagi, kan?

Abia Villa Legian Bathroom

Abia Villa Legian Bathroom

Sedang asik melihat-lihat (foto-foto) setiap sudut villa, kami didatangi oleh dua orang pegawai spa, mb Indri dan Mb. Meisy untuk melakukan treatment foot massage. Jadi, selain welcome drink yang sudah mainstream, setiap tamu yang menginap di Abia Villa Legian akan mendapatkan treatment foot massage selama kurang lebih 30 menit. Asik banget.

Abia Villa Legian Foot Massage

Abia Villa Legian Spa
siap-siap mau spa dulu 🙂

Abia Villa Legian Kassava Resto

Untuk sarapan paginya, Kassava Resto akan menyajikan makanan-makanan sehat. Setiap malam kita akan ditanya besok pagi akan sarapan apa sambil menyodorkan menu-menu sehat. Apakah mau makan di villa atau di restorannya. Selain cocok buat santai-santai, ketenangan Abia Villa Legian ini juga cocok banget buat yang mau honeymoon. Minta saja agar kamarnya disetting sedemikian rupa bernuansa romantis. Asal jangan minta sekaligus pasangannya ya hehe..

Staf-Staf Abia Villa Legian
Staf-staf Abia Villa yang ramah banget

 

Romeos Bali

Beruntungnya saat kami menginap di Abia Villa Legian ini, kami mendapat bonus untuk makan siang di Romeos Bali. Kebetulan Romeos Bali masih satu manajemen dengan Abia Villa Legian. Jadi, sehabis check-out kami langsung meluncur ke Romeos Bali yang berada di jalan padma utara dan disambut oleh pak Surya, Mba Risa dan chef Banjar yang menyajikan kami makanan terbaiknya.

Romeos Bali Resto

Menu Resto Romeos Bali
Grill Australian Barramundi With Mashed Potatoes by Chef Banjar

Abia Villa Legian
Jl. Raya Legian II, Gg. XX, Kuta Bali
Phone: +62 361 472 7878
[email protected]
Cek promonya!

Rate Start from USD 269++/room/night

About the author

Travel Blogger, and Entrepreneur.

24 Responses
  1. Huaaa…saya belom pernah nginep di hotel sambil mencoba fasilitas-fasilitas spt spa dll, krn masih menganggap hotel sbg persinggahan aja alias tempat bobo.
    Kamarnya emang asiik luar biasa ini. Bikin betah, gak pengen keliling2 Bali.

  2. Asik banget ini villa nya, apalagi kamar mandinya hahaha. Soalnya buatku, semua kasur itu sama. Kamar mandi beda-beda.

    Ini buat staycation oke, buat nulis buku juga oke. Eh tapi kalau keenakan gini, malah gak jadi nulis buku yang ada 😀

Leave a Reply