Darjeeling Kota Dingin yang Cantik di Kaki Himalaya

Dari 7 kota di India yang saya kunjungi saat backpacker ke India Maret 2016 lalu, Darjeeling menjadi kota terakhir dan paling lama yang saya singgahi. Total ada 4 hari 3 malam kami disini.

Darjeeling atau disebut juga Gorkhaland, adalah sebuah kota kecil di West Bengal di negara India. Seindah namanya, Darjeeling adalah salah satu ‘kota resort’ di India yang paling kesohor berkat kecantikan panorama alaminya. Bahkan, banyak yang bilang kalau Darjeeling itu adalah pusat destinasi wisata di seluruh West Bengal loh.

Ga heran memang jika Darjeeling ini menjadi darling wisata bagi para turis mancanegara. Karena posisi geografisnya yang berada di ketinggian hingga lebih dari 2.000 dari permukaan laut, Darjeeling punya latar pemandangan gunung Himalaya yang diselimuti dengan salju putih. Selain itu, kota ini juga dikelilingi dengan rentetan perkebunan teh bak karpet hijau emerald sejauh mata memandang.

 

Perjuangan Buat Leyeh- Leyeh ke Darjeeling

Yes, tujuan kami singgah ke Darjeeling memang cuma buat leyeh- leyeh doang. Setelah capek traveling selama dua minggu dari Timur ke Barat, mulai dari Kolkata, melihat Sungai Gangga di Varanasi, kemudian takjub dengan Taj Mahal di Agra, melihat kota bersejarah Jaipur, Jodhpur, dan Udaipur, hingga New Delhi.

Kali ini, saya pengen trip ke Darjeeling ini murni buat bersantai manja. Bahkan sejak tiba pagi hari di New Delhi, saya benar-benar udah malas. Padahal sebelum berangkat ke bandara, kami singgah dulu sebentar di Qutub Minar, salah satu wisata di Kota New Delhi.




Apa mau dikata, saya hanya duduk-duduk ditemani Kang Bajaj dipelataran parkir diseberang komplek Qutub Minar menunggu Kak Indri yang ingin melihat tempat itu. Entah kenapa saya tidak begitu tertarik. Tapi dari pada dipaksain nanti malah jadi uring-uringan.

Dari New Delhi kami naik pesawat ke Bagdogra. Harga tiket pesawat Vistara dari New Delhi ke Bagdogra waktu itu INR 5,797 dan sedang promo. Kebayang dong kalo ga promo. Tapi karena sudah menjelang hari terakhir trip, saya tak mau lagi naik kereta sekian belas jam. Waktunya santai dan foya-foya. Padahal sub-judulnya ‘perjuangan’.

Bagdogra merupakan kota yang paling dekat dengan Darjeeling dan untungnya ada rute pesawat dari New Delhi dan tentunya Kolkata, pintu keluar kami dari India. Dari bandara internasional yang berukuran sedang ini, kami bakalan menempuh jarak lebih kurang 65 Km lagi ke Darjeeling.

Setibanya di Bandara Bagdogra, kami langsung dikerubungi oleh calo-calo transport ibarat Raisa lagi dikelilingin jomblo-jomblo tingkat akut. Yah, sebelas-dua belas dengan yang di Indonesia. Kerumunan calo-calo ini terus berteriak menawarkan jasanya.

“NO……”, teriak saya dengan nada tinggi.

Batak saya keluar, deh, padahal wajah aslinya Jawa polos kalem begini.

Ternyata lumayan ampuh juga. Perlahan mereka bubar. Saya pun melepas ransel yang sedari tadi saya gendong dan duduk dengan lega.

Eh, ternyata ada seorang calo lagi yang kelihatan ekstra ngotot. Tau muka Batak saya keluar, dia pun perlahan mengajak ngobrol. Kami sendiri sebenarnya tak ada pilihan lain. Cuma kalo modelnya kerumunan begitu, kan bikin bingung.

Kami pun deal dengan harga INR1,500 (sekitar Rp 300.000 ,-) berdua sampai Darjeeling. Ternyata oleh si Calo, kami hanya diantar ke terminal bayangan untuk di oper ke mobil kecil lainnya (seukuran Agya di Indonesia), dengan 2 penumpang lainnya.

Share Jeep Darjeeling
Share Jeep di Darjeeling lebih murah gaes

Saya baru sadar dengan tipu muslihat si calo saat pulang. Harga share-jeep dari Darjeeling hanya INR150 per orang dengan Jeep ukuran besar. Apes banget, dah!

 

Tiba di Darjeeling

Kami tiba di Darjeeling sekitar pukul setengah delapan malam. Untungnya, tak butuh waktu lama untuk mencari guest house Tower View tempat kami menginap, meski supirnya tanya sana-sini dulu. Kamar yang kami dapat ternyata bukan Mountain View. Tapi yawis sudahlah, udah capek juga.

Note: Cek harga Tower View di Agoda ga pake kartu kredit!

Tower Mountain View Darjeeling
Pemandangan dari balkon Tower View

Tower View memang memiliki pemandangan gunung di balkon belakang. Hanya saja kabut selalu menghalangi pemandangan spektakuler itu hingga 3 hari kedepan.

Disini kami hanya semalam saja dan pindah keesokan harinya ke Youth Hostel yang lebih mendingan tentunya dengan pemandangan dari balkon yang tak kalah spektakulernya. Dari Balkon Youth Hostel saya bisa melihat langsung pemandangan Gunung Kangchenjunga yang diselimuti oleh salju abadi.

Gunung Kangchenjunga ini memiliki ketinggian 8,586 mdpl dan menjadi gunung tertinggi ketiga di dunia.

Kangchenjunga Mount from Youth Hostel
Gini view dari balkon Youth Hostel. Kece ya kak!
Kangchenjunga Mount
Gunung Kangchenjunga dari balkon Youth Hostel

Sayangnya, karena kabut yang terus datang terus, kami baru bisa menikmati pemandangan ini dihari terakhir. Duduk santai sambil menyeruput kopi hangat dari atas balkon dengan pemandangan keren begini seolah memantapkan saya untuk mengunjungi Nepal kemudian hari.

 

Jalan-jalan di Darjeeling

Karena letaknya di dataran tinggi dengan cuaca yang dingin menyejukkan dan fresh banget, bikin suasana jalan-jalan santai saya di Darjeeling semakin mengasikkan. Cuma karena jalannya naik turun begitu, siap-siap semaput saja saat akan kembali ke penginapan. Belum lagi saat kabut datang plus angin kencang, dinginnya terasa membeku hingga ke tulang-tulang, bah!

Mungkin karena faktor cuaca plus kondisi landsekapnya yang naik turunnya itu, saya tidak banyak kemana- mana. Tetapi wisata wajib seperti minum Darjeeling Tea langsung di Darjeeling kudu saya lakukan dong.

View Darjeeling

Satu hal menarik disini yang saya perhatikan juga adalah dari segi masyarakatnya. Rata- rata penduduk lokal di Darjeeling adalah Nepali. Jadi secara perawakan memang berbeda banget dengan orang India yang identik dengan kulit hitam. Disini, manusia yang berkeliaran terlihat berkulit agak putih dan berwajah khas Asia. Tetapi walau mirip Nepali, mereka memang tetap berkewarganegaraan India loh.

Penduduk disini juga jago banget bahasa Inggris, ga kalah deh sama anak- anak British asli. Secara memang India adalah bekas jajahan Inggris, jadi pengaruh berbahasa juga masih kental banget hingga sekarang.

 

Main ke Ghoom Station 

Di Darjeeling, kami sempat mencoba tur mengunakan kereta tua dengan jalur Darjeeling ke Ghoom Station, sebagai stasiun akhirnya. Ada dua pilihan kereta wisata, yaitu kereta diesel dan uap. Kami memilih menaiki kereta diesel karena harganya terpaut cukup jauh.

Schedule and Fare Darjeeling to Ghoom Station
Jadwal dan harga kereta api
Darjeeling Railway Station
Di depan stasiun Darjeeling

Naik kereta api uap di dataran tinggi itu perasaannya antara kagum dan cemas, alias ngeri- ngeri sedap! Belum lagi saat melintasi sisi jurang, lutut sampai bergetar haha. Pas melintasi jalanan umum, mobil- mobil juga langsung inisiatif berhenti tanpa peluit lagi.

Rute kereta api wisata ini mengelilingi Tiger Hill dan Gorkha War Memorial – yaitu taman memoriam terbuka untuk mengenang pahlawan PDI dan PD II. Ada 2 perhentian dari tur wisata ini, pertama di point of view, yaitu semacam penanjakan yang dinamai Batasia Loop untuk melihat ajibnya view Darjeeling kemudian berlanjut ke perhentian terakhir di Ghoom Station.

virustraveling batasia loop
Pemberhentian pertama di Batasia Loop
Gorkha War Memorial Darjeeling
Gorkha War Memorial
Darjeeling Train at Batasia Loop
Diesel Train di Batasia Loop

 

Batal ke Tiger Hill

Sebenarnya kami juga punya rencana untuk ke Tiger Hill. Sekitar 30 menit dari tempat kami berada saat itu. Tiger Hill memang wisata wajib di Darjeeling, karena punya pemandangan sunrise lurus ke punggung Everest plus view ke Kangchenjunga.

Namun karena paket wisata Tiger Hill ini rata- rata dimulai jam 3 subuh, saya keburu ga kuat membayangkan betapa dinginnya nanti disana. Dari pada ga nyaman  dengan suhunya, saya pun melambaikan tangan ke kamera.

Saya sudah cukup puas dengan pemandangan Kangchenjunga dari balkon hostel kami.

Mount Kangchenjunga Darjeeling
Gunung Kangchenjunga dari Darjeeling

Iyes, cakep banget, ya! Pemandangan ini pun menutup trip 2 minggu ke India dengan memori paling sempurna.

BTW, selain jarang jalan- jalan, saya juga jarang mandi pas di Darjeeling haha.

Eits, ini bukan masalah malas, tetapi gimana mau mandi coba kalau bahkan botol sabun cairnya sampai membeku dan berubah warna! Mau BAB? Siap- siap disetrum dengan dinginnya dudukan kloset sambil ditemani air panas yang cuma seember doang.

Baca juga cerita perjalanan saya yang lainnya saat backpacker ke India.

Happy Traveling!



About the author

Travel Blogger, and Entrepreneur.

34 Responses
    1. hahahaha tahun lalu masih oke lah kak fel. Lihat-lihat foto, cek itinerary sama kroscek ke kak Indri temen jalan kemarin, lumayan membantulah daripada nganggur itu foto-foto kan wkwkwk

  1. Pemandangannya cakep banget, bang! Gue bakal betah duduk berjam-jam dari pagi sampai sore di balkon hotel itu 😍😍😍
    Mungkin cocok buat yang mau ke Nepal tapi dengan kondisi yg lebih bersahabat ya.

    Dan ada tur kereta tua pula! Dua daya tarik deh buatku.

  2. cakep banget foto2 bang bobby, yang motoin siapa siihhh?? 😜😜😜

    drama wifi hingga nongkrong di glenary nungguin temen jalannya keluyuran rupanya tak nampak. dduh, seneng banget darjeeling ini, viewnya kereenn..

  3. BAH, kena tipu ko bang ya. sepuluh kali lipat harga si calo dibanding jeep. btw keren banget pemandangan si darling eh darjeeling dan diesel trainnya lucuuu

  4. Membaca judulnya aku memang langsung teringat salah satu dari pilihan the mahal yang biasa ditawarkan di café, ternyata benar juga. Sayangnya cuaca terlalu dingin memang kadang jadi hambatan kita buat explore ya Kak, tapi pengalamannya seru banget

  5. BOOM!
    Akhirnya nemu lagi blog travel yang kece Abis,

    Btw kalo aku jadi bang Bobby aku bakal bela-belain deh ke Tiger Hill.
    eh ga tau juga ding kayaknya emang dingin banget ya.
    ah bikin ngiri nih !

  6. Hahahaha… Negara begini nih yg aku suka, krn dingin :D. Yg aku denger di sana juga murah2 ya mas? Udah msuj ke bucket listku sih, tp blm tau kpn bisa kesna. Thn depan udh fix semua plan traveling -_-

Leave a Reply