Liburan Singkat ke Tana Toraja (Part II)

Liburan singkat saya di Tana toraja berlanjut ke beberapa tempat menarik lainnya. Baca cerita sebelumnya: Trip Perdana ke Toraja.

 

Pekuburan Londa Toraja

Dari kuburan tebing batu di Desa Lemo, saya dan Kak Cumilebay kemudian berangkat menuju Londa. Lokasinya tak begitu jauh dan berada di Desa Sandan Uai, berjarak sekitar 4 km dari kota Rantepao atau sekitar 5 km jika kita dari Desa Lemo tadi.

Sembari menyetir kak cumi banyak bercerita tentang pengalamannya yang sudah beberapa kali menyambangi Tana Toraja termasuk saat trip ekspedisi Terios tahun lalu, pengalaman serunya menjadi travel blogger dan sesekali mengajari saya congkak.

Mirip dengan yang di Desa Lemo, Londa juga berupa komplek pekuburan. Bedanya, selain makam yang dipahat ditebing tinggi ada juga gua alami yang dijadikan sebagai makam.

Setelah membayar tiket masuk, kak cumi menganjurkan saya untuk menyewa guide lokal beserta lampu petromak seharga Rp 30.000 ga kurang dan belum tips untuk menemani saya masuk ke dalam gua. Total saya memberi Rp 50.000 ,- untuk harga petromak dan tips. Seorang bapak paruh baya yang merupakan salah satu anggota keluarga, bermarga Tolengke, menemani saya menjelajah gua makam.




Londa Tana Toraja
Pemakaman di Londa Tana Toraja

Dari jauh komplek pekuburan Londa Toraja yang terkenal itu sudah kelihatan. Pemakaman ini sebenarnya pemakaman keluarga (bangsawan). Banyak sekali peti-peti yang digantung menjorok menempel ke tebing dan beberapa peti terlihat sudah berumur ratusan tahun.

Dibandingkan dengan Lemo, disini patung tao-tao bangsawannya terlihat lebih detail baik dari wajah, postur tubuh dan pakaiannya. Tradisi di masyarakat Toraja, hanya bangsawan yang diperbolehkan membuat tao-tao.

Peti Kubur di Londa Toraja
Peti Kubur di Londa Toraja

 

Kisah Romeo Juliet di Tana Toraja

Di dalam goa makam, peti-peti diletakkan bertumpukan tak beraturan. Ada yang masih utuh bagus, ada juga yang sudah usang sehingga tulang belulangnya terlihat. Untuk masuk lebih dalam lagi, kita harus melewati celah yang sempit dengan menunduk agar tidak terantuk dinding gua.

Goa Kuburan Londa Tana toraja
Kuburan goa di Londa.

Di goa ini kita bisa temui sepasang tengkorak yang diletakkan begitu saja dilantai gua. Lobo dan Andui, sepasang kekasih yang ceritanya disebut bak Romeo dan Juliet, kisah Pak Malengko bercerita.

Kisah percintaan keduanya dilarang oleh para leluhur karena masih memiliki hubungan keluarga yang dekat. “Mereka masih sepupu langsung”, kata pak Malengko menjelaskan. Sehingga dua sejoli ini pun memutuskan untuk gantung diri. Tragis mana dengan jomblo, gaes!

Tengkorak Romeo Juliet di Londa Toraja
Lobo dan Andui, si Romeo dan Juliet dari Tana Toraja

 

Adu Kerbau Toraja

Menjelang siang kami kemudian bergegas beranjak menuju arah Desa Palangi, Kecamatan Sa’dan Balusu tempat adu kerbau Toraja dilaksanakan. Biasanya lokasi tempat adu kerbau khas toraja ini berbeda-beda.

Adu kerbau atau bahasa Toraja-nya Ma’Pasilaga Tedong merupakan salah satu rangkaian sebelum upacara kematian Rambu Solo dilaksanakan. Masyarakat lokal berduyun-duyun datang menyaksikan ma’pasilaga tedong ini sehingga membuat jalan yang sudah kecil menjadi lebih ramai dan padat. Macet lokal.

Dari sebuah lapangan dekat sebuah gereja, kami memarkirkan mobil untuk kemudian jalan cukup jauh melewati pematang sawah menuju arena.

Pemandangan Desa Palangi Toraja
Ijo royo-royo yes

Saya tak sempat berkeliling lebih jauh karena dilapangan sudah penuh sesak dengan orang-orang. Ditengah lapangan, sedang berlangsung upacara sebelum acara dimulai. Tetua adat yang memimpin adat terlebih dahulu memanjatkan doa.

Upacara Adu Kerbau Toraja
Upacara sebelum adu kerbau dimulai.

Acara yang ditunggu-tunggu pun tiba, satu persatu nama kerbau dipanggil dan digiring masuk ke dalam arena. Tiap kerbau memiliki namanya masing-masing, ada Dorce, Tekken Langi, dan lainnya. Bak artis, tiap kerbau punya tendanya masing-masing. Selain kerbau yang akan dikorbankan saat acara Rambu Solo nanti, ada juga kerbau-kerbau penantang yang sengaja diundang untuk memeriahkan acara. Resikonya, kerbau penantang bisa luka (tanduk patah) atau bahkan mati. Tapi jika menang, harganya pun turut tergerek naik.

Adu Kerbau Toraja
Adu Kerbau di Toraja ini cukup menegangkan

 

Merinding di Kete Kesu

Kami tak lama berada dilokasi Ma’ Pasilaga Tedong. Hanya menyaksikan upacara pembukaan dan satu ronde adu kerbau. Masyarakat semakin banyak saja berdatangan, sehingga jalanan menjadi tambah macet. Kami harus memutar melewati hutan sepi untuk mencapai jalan raya.

Dari sana, saya diantarkan mas cumi ke Kete Kesu hanya berjarak 4 km dari Rantepao. Kete Kesu juga merupakan komplek pekuburan yang sudah berusia ratusan tahun dan menjadi ikon wisata Tana Toraja.

Kuburan Kete Kesu Tana Toraja
Kete Kesu yang bikin merinding

Di Kete Kesu saya juga menjumpai goa makam. Tinggal menaiki tangga yang sudah tersedia dan menyusuri sisi tebing. Ditengah perjalanan saya sempat ragu untuk menyusuri tebing tersebut hingga selesai karena suasananya cukup membuat saya merinding.

Rasanya pengen balik saja sampai anak-anak yang menjaga dipintu goa berseru:

“Disini masih ada goa”, seru salah satu anak dari kejauhan.

Saya kemudian beranjak menghampiri mereka. Keduanya menawari jasa untuk melihat-lihat ke dalam goa yang katanya sampai 18 meter dalamnya. Saya cukup lama berpikir hingga akhirnya menolak tawaran itu.

Saya sendiri tak tahu kenapa.

Akhirnya saya hanya melihat makam yang dibuat untuk anak kecil yang berada di dekat mulut goa itu. Setelah melihat sebentar saya pun memberi mereka Rp 10.000 untuk dibagi berdua dan turun menemui kak cumi yang menunggu saya dibawah.

Kete Kesu Toraja
Di Kete Kesu sedang ada persiapan Rambu Solo

Saat datang kesini pihak keluarga tengah melakukan persiapan upacara rambu solo yang akan dilaksanakan minggu depannya.

 

Batu Menhir Bori

Karena hari masih sore, Kak Cumi menawarkan melihat salah satu situs megalitikum batu menhir di daerah Bori. Saya pun menggangguk tanda setuju. Disana kami hanya foto-foto sebentar saja karena hari sudah mulai gelap. Di lokasi ini pun sedang dilakukan persiapan upacara rambu solo.

Seorang bapak, mungkin pihak keluarga, yang kami tanyai disana mengatakan bahwa upacara akan diadakan tanggal 29 Juni dan mengajak kami untuk datang.

Batu Menhir Bori Tana Toraja
Batu Menhir di Bori

Saya hanya semalam berada disini. Sebuah pengalaman yang menyenangkan bisa traveling ke Tana Toraja. Masih banyak tempat-tempat menarik baik di Toraja Utara maupun Toraja Selatan yang dapat dikunjungi.



About the author

Travel Blogger, and Entrepreneur.

26 Responses
  1. waaa, dapet acara adu kerbaunya :O nggak selalu ada kan itu? Kalau londa gampang ditemuin~ pengen main ke toraja lagi kalau ada acara semacam adu kerbau itu dah 😀

    1. Kak kucing biasanya acara pemakaman dibikin bertepatan dengan liburan. Juli atau desember pas event lovely desember. Selain itu, biar keturunan-keturunannya bisa hadir semua pas libur.

  2. Saya belum pernah juga menyaksikan mappasilga tedong. Moment seperti ini memang paling sering dilakukan di waktu libur sekolah atau di akhir tahun desember.
    Kete’ Kesu memang destinasi paling lengkap, cuma kurang kuburan bayinya. Guanya juga tidak terlalu dalam, tidak seperti Londa.

  3. ke kuburan-kuburan di Toraja bikin merinding nggak, sih? aku sampe sekarang aja masih merinding tiap kali inget-inget, Kak. tapi pengen banget bisa balik lagi dan makan nyuknyang! :9

  4. rina

    Bisa nggak mas kita tahu jadwal rambu solo dari jauh2 hari tanpa ada kenalan di sana? Karena jadwal cuti saya gak fleksibel, jadi gak bisa kesana tanpa perencanaan. Sementara saya pingin bgt kesana pas ada acara rambu solo.

    Terima kasih.

    1. Hi mba Rina, coba pantengin terus website infotoraja.com, disitu ada jadwal2 rambu solo, dan sudah tanya (verifikasi ke teman) jadwal diwebsitenya bisa dipercaya.

      Thank sudah berkunjung ya mba.

  5. Seru! Akhirnya rencana perjalanan ke Toraja ini menggeser rencana2 liburan lain taun ini. Semoga Juni/Juli ini bisa ke sana. Beruntung banget bisa liat rambu solo ya? Hahaha.

  6. Nelson

    saya Nelson dr Solo rencana mau backpack single trip ke Tana Toraja, berangkat dari Makassar Senin malam, 23 Oktober 2017, barangkali ada yang mau bareng2 biar tambah seru hehee wa: 085877775775

Leave a Reply